LOCAL ECONOMIC DEVELOPMENT

KONSEP DAN IMPLEMENTASI

7

Oleh : Andi Akmal Amnur

Strategi dan paradigma dalam pengembangan ekonomi yang memandang sumber daya alam yang melimpah menjadikan faktor keunggulan kompetitif sudah tidak mungkin lagi kita aplikasikan, hal ini dikarenakan sudah terjadi pergeseran nilai yang memungkinkan kita untuk tidak mengeksploitasi sumber daya alam secara terusmenerus dan berlebihan tanpa adanya upaya-upaya efesiensi dan peningkatan sumber daya manusia yang dapat dihandalkan.

Dengan adanya deregulasi perdagangan bebas dunia yang akan melanda seluruh aspek kehidupan masyarakat di tahun-tahun kedepan, sudah pantas pemerintah merubah haluan dalam menerbitkan kebijakan untuk menumbuhkan ekonomi yang berpihak kepada masyarakat melalui pengembangan ekonomi kerakyatan. Merubah paradigma pengembangan ekonomi dari keunggulan komperatif kepada keunggulan kompetitif dari pengembangan sumber daya manusia, pengunaan teknologi dan informasi serta menumbuhkan sektor usaha kecil menengah terutama yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi di pedesaan.

Sudah adanya arah kebijakan Pemerintah Pusat untuk pengembangan kearah terciptanya situasi dan kondisi yang kondusif dari pemberdayaan usaha kecil dan masyarakat dipedesaan melalui program-program pemberian bantuan terhadap masyarakat dipedesaan, tanpa melakukan kajian diagnosis terlebih dahulu terhadap permasalahan-permasalahan yang ada pada masyarakat yang bersangkutan. Kesemua program itu masih bersifat top-down, melihat permasalahan bukan dari sisi masyakat, sehingga tidak tepat sasaran.

Dalam pengembangan ekonomi kerakyatan, masyarakat bukan diposisikan sebagai objek akan tetapi bersama-sama dengan masyarakat memikirkan dan melihat potensi dan kekurangan yang ada pada masyakat tersebut, sehingga suatu program pembinaan itu muncul bersifat button-up.

Local Economic Development (LED) : Strategi Komplementer dari Pembangunan Ekononomi Nasional

Local Economic Development (LED) merupakan upaya dalam meningkatkan perekonomian kerakyatan, yang dilakukan secara partisipatif dari masyarakat, yang memandang seluruh aspek dan potensi yang ada pada mereka untuk dikembangkan, sehingga mampu kreatif dan mandiri. Sifat dari LED itu sendiri button up, berkelanjutan, adanya stakeholder yakni Pemerintah, Masyarakat, Dunia Swasta sebagai driven (penghela), Lembaga Penelitian (Universitas), Lembaga Keuangan dan Lembag Swadaya Masyarakat. Adanya keterkaitan komponen-komponen tersebut yang merupakan penentu dalam keberhasilan pengembangan LED adalah : bagaimana sumber daya alam (potensi sumber alam), bagaimana sumber daya manusianya, bagaimana kesiapan lembaga keuangan masyarakat, bagaimana struktur pembiayaan yang ada, bagaimana infrastruktur ekonomi dan bagaimana dengan kesiapan fasilitator, dan bagaimana komtmen dan dedikasi program yang dimunculkan untuk pengembangan ekonomi masyarakat tersebut.

Kerangka dan Tahapan Pelaksanaan

Kerangka dari pelaksanaan LED mengacu pada tiga aspek yang merupakan faktor penentu dalam menciptakan : peluang ekonomi yang terjadi pada masyarakat,pertumbuhan ekonomi masyarakat dan penciptaan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang kesemuanya itu akan bermuara pada penciptaan keberdayaan masyarakat, masyarakat yang tangguh, mandiri dan aktif dalam mencari inovasi dan pemecahan solusi yang mereka hadapi.

Ketiga aspek dalam kerangka pelaksanaan LED adalah :

  1. Potensi keunggulan wilayah
  2. Potensi sumber daya masyarakat
  3. Infrastruktur ekonomi yang tersedia

Dari ketiga aspek ini perlu dilakukan kajian, analisis dan diagnosa, sehingga terlihat hubungan interaktif, tergambar kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan, yang perlu digali secara bersama-sama dengan masyarakat dan melibatkan stakeholder yang nantinya terlbat dalam pelaksanaan LED ini.

Tahapan pelaksanaan LED dapat dibagi atas beberapa phase yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan yaitu :

  1. Phase Diagnosis

Dalam phase ini perlu dilakukan diagnosis perhadap penentuan potensi dan keunggulan wilayah (SDA) dengan melibatkan masyarakat, agar masyarakat tumbuh kesadaran akan potensi yang ada pada wilayah mereka, sehingga muncul kesadaran dan kepedulian (partisipatif). Dilakukan diagnosis terhadap kompetensi sumber daya manusianya, dengan melakukan dialog dan rembuk dengan masyarakat, sehingga memunculkan kesadaran akan kekurangan dan mau tetap bertumbuh dari apa-apa yang mereka punyai, terutama mau berubah dari keterampilan yang mereka miliki selama ini dari segi pola usaha tani yang turun temurun. Diagnosis terhadap infrastruktur ekonomi yang ada yang dapat diakses oleh masyarakat, sehingga dapat bedidikasi terhadap pengembangan LED.

  1. Phase Perumusan Visi

Membangun komunikasi yang konstruktif dengan semua stakeholder untuk merumuskan visi bersama.

  1. Phase Sosialisasi

Membangun LED sebagai suatu kebutuhan bersama masyarakat dan muncul kesepakatan oleh masyarakat secara musyawarah.

  1. Phase Operasional

Melibatkan semua unsur stakeholder, melakukan hal-hal yang bersifat strategis dan stimulus dan komitmen dari seluruh stakeholder yang terlibat.

Related Program

LED dapat menjadi konsep pengembangan ekonomi di daerah baik Kabupaten/Kota maupun propinsi. Konsep ini akan menjadi bassis pertumban ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan daerah. Dengan aplikasi program LED maka partisipasi beberapa pihak akan tertampung seperti program Corporate Social Responsibility (CSR), pihak swasta dan masyarakat sendiri.

Tentunya dalam proses implementasi LED diperlukan kajian-kaijan strategis agar program ini dapat berjalan dengan baik.

Leave a Reply